Sunday, 11 March 2012

Pagi yang sesat

Malam yang indah mencabuli waktu lena ku. 
Membiarkan aku terleka memuja malam. 
Malam membisikkan aku seribu janji ketenangan.
Persembahkan aku sejuta kebebasan. 
Aku yang lemah ini diulit ketaksuban. 
Mengizinkan setiap anggota terjaga. 
Menghargai malam yang ibarat emas. 
Emas yang digenggam hingga mimpi meragut aku. 
begitu lama sehingga tidak ku sedar. 
Mata ini bila di celik hanya bisa menyaksikan. 
Pagi yang merajuk. 
Meninggalkan aku yang taksub. 


Maafkan aku. 



No comments:

Post a Comment